border:2px solid #0000ff; border-color:#9ecaed; box-shadow:0 0 30px #9ecaed;

Minggu, 16 Desember 2012

Teknik Dalam Pementasan Drama


Menganalisis Pementasan Drama Berdasarkan Teknik Pementasan

  • Teknik Melakukan Gerakan
Gerakan merupakan unsur penting dalam permainan drama. Terkadang pemain beranggapan tugas pemain cukup melakukan dialog, setelah itu membisu dan mematung sampai gilirannya berdialog datang lagi. Semestinya, pemain harus bisa menghidupka permainannya dengan melakukan berbagai gerakan yang mendukung.
Gerakan dibedakan atas gerkan perpindahan (movement), gerakan anggota tubuh (gesture), dan gerakan kesibukan (business). Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam melakukan gerakan, yaitu sebagai berikut.

Ø  Semua gerakan harus didasarkan atas suatu motivasi dan tujuan. Gerakan apapun harus dilakukan dalam rangka membangun dan mempertegas karakter tokoh yang diperankan. Gerakan juga harus dilakukan dalam rangka mempersiapkan gerakan berikutnya.
Ø  Tidak Overacting, setiap gerakan harus dilakukan dengan porsi yang wajarsesuai motif dan tujuannya. Setiap dialog tidak perlu selalu disertai dengan gerakan karena hanya akan member kesan ramai.
Ø  Gerakan-gerakan kecil yang bermakna (gesture) perlu dilakukan, seperti mebgangkat bahu, mengerenyitkan dahi. Hal tersebut harus dilakukan dengan luwes dan pada waktu yang tepat.
Ø  Saat tidak berdialog, pemain bisa melakukan berbagai kesibukan (business) untuk membuat aktingnya lebih hidup. Business juga dapat menyangkutkan ilusi penonton pada tokoh yang diperankan.
Ø  Wajah adalah pusat ekspresi. Gerakan apapun yang dilakukan wajah diusahakan harus tetap terlihat penonton. Jangan membelakangi penonton saat melakukan dialog.


  • Teknik Penguasaan Panggung
Panggung ibarat sebuah kanvas dan hal ini harus disadari oleh seluruh pemain. Pemain harus tahu batas-batas maya area panggung dan dapat menempatkan diri dengan tepat. Dalam memosisikan diri, pemain harus memperhatikan komposisi, baik dengan pemain lain maupun dengan property (peralatan). Pemain harus tahu kapan menyendiri, berpindah tempat, dan bergabung atau berkelompok dengan pemain lain.
Pengelompokan pemain (blocking) tidak boleh statis, tetapi harus bersifat dinamis mengikuti perkembangan alur. Dalam melakukan blocking, pemain harus mempertimbangkan kemudahan pemain lain dalam berakting. Blocking juga dilakukan untuk memudahkan penonton mengikuti jalan cerita, bukan malah sebaliknya. Saat adegan dua tokoh memperbincangkan cincin yang dikenakan, pemain lain jangan sampai berdiri  menghalangi pandangan penonton untuk dapat melihat benda yang sedang dibicarakan.


  • Teknik Pengucapan Dialog dan Bersuara
Suara (vocal) dan ucapan (speech) berperan sangat penting dalam pementasan drama, terlebih untuk drama radio. Pemain menggunakan ucapan untuk berbagai tujuan, diantaranya untuk menyampaikan kata kepada penonton, member arti-arti khusus pada kata-kata tertent, untuk menyampaikan informasi tentang sifat dan perasaan tokoh, dan lain sebagainya. Mengingat pentingnya fungsi ucapan tersebut, maka pemain harus bisa melakukannya dengan tepat.
Dalam melakukan ucapan, yang penting bukan kerasnya, tetapi bagaimana dapat terdengar dengan jelas, pertama-tama pemain harus bisa mengatur dan mengendalikan pernapasannya. Setelah itu, baru bisa menciptakan tekanan dengan mengubah tempo dan volumenya. Kejelasan ucapan juga ditentukan cara melafalkan kata-kata dengan tepat. Kata-kata yang dilafalkan dengan tepat, akan terdengar jelas perbedaan antara bunyi /p/ dan /b/ , /t/ dan /d/ , /k/dan /g/ , dan sebagainya.


itulah teknik-teknik dalam sebuah pementasan drama, semoga dapat bermanfaat bagi semua pembaca dan dapat diaplikasikan dalam sebuah pertunjukan yang benar-benar nyata. terima kasih jangan lupa tinggalkan komentar ya ,,,

0 komentar:

Poskan Komentar